ZTE Mengakui Kesalahan dalam Merancang Hawkeye

ZTE Hakweye sebelumnya dikenal sebagai Project CSX yang diciptakan dalam cara yang tak biasa. Sejauh ini keberadaan smartphone tersebut tak terlalu umum dengan cara industri ponsel bekerja secara normal sekarang ini. Ponsel ini dibuat dengan menanyakan publik umum untuk memasukkan gagasan mereka dan dari semua kiriman yang paling aneh akan menang. Jadi Hawkeye memiliki fitur panel belakang yang dapat melekat jadi bisa ditempelkan ke permukaan apa pun. Dan perangkat lunak untuk melacak gerakan mata untuk dapat dioperasikan tanpa menggunakan tangan.

Setelah pemenang proyek dipilih, ZTE membuat purwarupa yang dipamerkan pada CES bulan ini. Lalu smartphone ini diluncurkan pada kampanye Kickstarter untuk mendanai ponsel tersebut. Namun timbul masalah karena orang menginginkan smartphone yang revolusioner. Contohnya perangkat yang hadir dengan bel dan bisikan dari industri ponsel, seperti Snapdragon 835, kapasitas RAM yang besar dan sebagainya. Tetapi menurut spesifikasi resmi yang diumumkan ZTE, perangkat baru tersebut tak lebih dari ponsel kelas menengah yang dapat ditempel ke tembok dan dikendalikan dengan mata.

Mengoperasikan Hawkeye dengan Mata
Mengoperasikan Hawkeye dengan Mata

Orang sebenarnya tak senang dengan apa yang ditawarkan ZTE. Maka kampanye Kickstarter untuk Hawkeye terhenti. Saat artikel ini ditulis, lebih dari 7% tujuan ZTE untuk mewujudkan perangkat tersebut sudah didanai oleh setidaknya 182 penyumbang. Dan dengan sisa 25 hari lagi, keadaan tak terlihat bagus untuk Project CSX ini. Sehingga dalam usaha keputusasaan untuk menyelamatkan perangkat barunya, ZTE lagi-lagi beralih penggunanya.

Pada suatu blog pada situs ZTE, perusahaan mengatakan bahwa mereka mengetahui kesalahannya. Jeff Yee, VP Perencanaan Teknologi dan Kemitraan pada ZTE menyatakan bahwa perusahaan menyadari bahwa memperkenalkan konsep ponsel hands-free, yang dapat melekat pada kategori kelas menengah bukan tindakan yang baik. “Ini adalah kesalahan kami,” tulisnya.

Namun demikian, dengan mempertimbangkan sifat dari Kicstarter, akan susah bagi ZTE untuk memberikan produk yang lebih baik. Sementara produk itu sendiri dapat berubah, harga awal $199 atau setara Rp 2,65 juta tak bisa. Ini karena harus mengikuti cara kerja Kickstarter. Oleh karena itu ZTE tak dapat memberikan smartphone dengan spesifikasi andalan tanpa merugi. Hal yang terbaik adalah melakukan upgrade yang dibutuhkan sambil tetap menjaga anggaran.  Dan dalam semangat keseluruhan Project CSX, ZTE telah menciptakan angket untuk membantu memilih tambahan baru apa pada smartphone tersebut.

Angket Perubahan Spesifikasi ZTE Hawkeye

Angket ini terbuka bagi semua anggota Z-Community, sehingga semua dengan profil dapat memberikan suara. Saat artikel ini ditulis, sudah ada 127 anggota yang melakukan voting. Tampaknya masalah utama yang ingin diubah pada spesifikasi adalah prosesor. Ada 46% pemilih yang ingin mengganti Snapdragon 625 dengan prosesor baru Snapdragon 835. Berikut adalah hasil angket sementara.

Angket
Pilihan “Other” meminta pemilih untuk meninggalkan komentar di bawah angket. Dan jika dilihat dari tulisan para anggota, upgrade yang paling diminta kedua adalah kapasitas RAM yang lebih besar.

Dengan melihat angkat dan kampanye Kickstarter, tampaknya masa depan Hawkeye tak begitu cerah. Tak begitu banyak yang tertarik dengan perangkat baru ZTE ini, atau brand itu sendiri secara umum. Dan sejujurnya dengan smartphone seperti Samsung Galaxy S8 dan iPhone yang akan datang, tak bisa disalahkan jika tak ada yang melirik Project CSX dan spesifikasi kelas menengahnya.

(Visited 148 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.