Psstt… Ternyata Sangat Mudah Meretas dan Menyadap Ponsel Presiden

Presiden Amerika Serikat saat ini ternyata masih menggunakan Twitter dari ponsel Androidnya. The New York Times melaporkan bahwa Presiden Trump tak bersedia meninggalkan ponselnya tersebut di bulan Januari dan setelahnya. Trump masih menuliskan cuitan demi cuitan di Twitter yang ditandai dengan “Twitter untuk Android”. Pada salah satu foto tahun 2015, tampaknya ponsel tersebut adalah Samsung Galaxy S3. Ponsel tersebut adalah model lama yang sudah tak menerima pembaruan perangkat lunak lebih dari setahun. Sehingga sangat mudah untuk meretas dan menyadap ponsel tersebut.

Kemudahan Meretas dan Menyadap Ponsel Presiden

Penggunaan ponsel tingkat konsumen merupakan  kebiasaan yang sangat berbahaya bagi seorang presiden Amerika Serikat. Agen intelien luar negeri melakukan operasi dengan tim peretas yang paling baik dan paling berdedikasi di dunia. Bagi kelompok tersebut, menembus Samsung Galaxy S3 semudah memainkan permainan anak-anak. Inilah mengapa presiden biasanya dibatasi dengan menggunakan ponsel yang aman dengan fungsi yang terbatas. Sekali tim peretas dapat menembus ponsel tersebut, maka ponsel dapat diubah menjadi mikrofon live. Sehingga mereka dapat mendengarkan segala pembicaraan dengan mudah. Hal tersebut mungkin terdengar ekstrim, tetapi ini merupakan cara lama untuk sebagian besar kelompok pengintaian digital. Sehingga masuk akal jika para pakar yakin bahwa ponsel Trump kemungkinan telah disusupi.

Ini bukan merupakan masalah Android. Ponsel Android yang dikenal lebih rawan disusupi memang versi lama dari Android yang dijalankan pada Samsung Galaxy S3. Tetapi bahkan iPhone dengan iOS terkini pun tak aman dari spyware. Memanfaatkan kerentanan dari suatu smartphone memang cukup mahal dan jarang dilakukan. Tetapi jika sasarannya adalah presiden, maka tentu peretas tak ragu untuk melakukannya.

Kita memang tak mengetahui bagaimana tepatnya cara presiden menggunakan smartphone tersebut. Kemungkinan memang dipegang oleh asistennya atau disimpan di laci lemari rumah. Namun kendati smartphone tersebut tak dibawa sendiri oleh presiden, tak lantas membuat smartphone tersebut tak menarik untuk menjadi sasaran. Smartphone itu masih menjadi cara mudah untuk mendengarkan pembicaraan presiden dan dapat menjadi mimpi buruk bagi petugas keamanan nasional. Cara terbaik sangat mudah, yaitu tinggalkan smartphone tersebut. Tetapi tampaknya ini merupakan langkah yang tak akan diambil oleh presiden Trump.

Ternyata semudah itu ya untuk meretas dan menyadap ponsel presiden. Tak heran ada mantan presiden di negara ini yang curhat ponselnya disadap.

(Visited 204 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.