Begini Cara Membajak Tautan Pada Twitter Presiden, Mau Coba?

Pada bulan April tahun 2012, setahun sebelum melakukan kampanye kepresidenan, Donald Trump melakukan post yang tampaknya tak memprovokasi. Dia hanya mengabarkan bahwa akan berbicara pada suatu kongres, cuitan ini disertai dengan tautan yang diarahkan ke situs acara  tersebut, yaitu nac2012.com. Cuitan pada Twitter tersebut memang dimaksudkan sebagai promosi diri. Namun tiba-tiba cuitan tersebut menjadi lebih menarik karena seorang peretas membajak tautan pada cuitan tersebut.

Peretas mengarahkan tautan yang dicantumkan oleh Trump ke video musik amatir yang berjudul “Trump’s Russian Congress”. Klip YouTube tersebut menyindir kedekatan presiden dengan Rusia dan dugaan ekploitasi terhadap perempuan Rusia. Seorang pria bernyanyi mengenai kecintaan Trump pada Rusia melalui musik karnaval. Pada video tersebut juga terdapat gambar editan dari Trump dan Putin yang berdansa di bawah hujan uang.

Tentu saja tak mungkin Trump mencuitkan video ini, dan memang tidak. Seorang peretas Belgia yang menggunakan nama Inti De Ceukelaire membeli domain nac2012.com dan mengarahkannya ke video YouTube yang dibuatnya sendiri. Sejak itu dia membeli tiga tautan lain yang dicuitkan Trump pada tahun-tahun tersebut dan melakukan hal yang sama.

 

Dengan mempertimbangkan kegemaran Trump mencuitkan tautan ke situs yang meragukan, peretas tersebut membangkitkan pertanyaan mengenai betapa mudahnya riwayat Twitter Trump dimanipulasi pada empat tahun berikutnya.

Dalam suatu email, Inti De Ceukelaire mengatakan bahwa dia tidak ingin memberikan pernyataan politis dengan meretas cuitan lama Trump di Twitter. Dia hanya kecewa karena Trump mengatakan Brussel sebagai lubang neraka pada kampanya utama Republikan tahun lalu. Pemberitaan mengenai peretasan tersebut pertama kali dilaporkan oleh koran Belgia Het Laatste Nieuws.

“Saya yakin pada demokrasi dan walaupun saya tak setuju dengan Trump, saya menerima hasil pemilihan umum,” ucap Inti De Ceukelaire. “Tetapi bahkan presiden Amerika tak memiliki hak menghina ibukota kami. Oleh karenalah kami ingin menjadikan dia sebagai lelucon, hanya untuk membalasnya.”

Langkah Membajak Tautan Pada Twitter

Inti De Ceukalire mengatakan bahwa dia membajak cuitan Twitter pada April 2012 dengan mengekstrak seluruh tautan pada arsip cuitan online Trump. Kemudia dia menulis program “quick and dirty” apakah ada tautan yang diarahkan ke situs yang sudah mati, dan secara manual memeriksa apakah ada domain yang tersedia untuk dijual. Setelah membeli domain nac2012.com dia mengarahkannya ke video YouTube buatannya. Lalu dia memakai fitur card validator Twitter untuk memindai ulang tautan tersebut, sehingga secara efektif mengkinikan cuitan Trump dengan video yang disertakan.

Sejak itu, Inti De Ceukelaire membeli lima domain lain, dan dia mengarahkan famedays.com ke video YouTube mengenai konvensi untuk fans My Little Pony. Trump telah menyertakan tautan pada cuitan tahun 2013 yang mendorong orang untuk memilih trump pada situs Fame Day. Page Facebook Fame Days tersebut tampaknya kini telah tak berfungsi lagi.

 

Sebagai seorang presiden, perilaku mencuitkan sesuatu yang dilengkapi dengan tautan tentunya akan memiliki risiko. Dengan menggunakan pendekatan Inti De Ceukelaire, seseorang dapat mengambil alih tautan yang pernah dicuitkan Trump dan mengubahnya untuk menyebarkan malware. Inti De Ceukelaire mengetahui bahwa mungkin tak banyak yang akan menggali cuitan lama Trump. Tetapi hanya membutuhkan beberapa retweet untuk menyebarkan tautan berbahaya tersebut. Juga ada risiko bahwa orang akan mendapatkan domain yang dicuitkan Trump dan mengubahnya untuk memutarbalikkan kata-kata Trump.

Inti De Ceukelaire sendiri tak berencana membacak cuitan lain yang sudah ditulis oleh Trump. Tetapi dia hanya ingin mengangkat masalah tersebut agar diperhatikan. Nah, kira-kira ada yang ingin iseng untuk membajak tautan dari cuitan Twitter paslon Gubernur DKI Jakarta?

(Visited 106 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.