Demi Kalahkan Google Maps, Uber Memiliki Mobil Pemetaan di Lima Benua

Uber baru saja mengumumkan bahwa mereka akan membuat peta 3D Singapura sendiri. Perusahaan kendaraan panggilan tersebut memang meningkatkan investasi pada pemetaaan, tujuannya adalah untuk menjadi dua kali lipat melebihi Google. Dan tentu saja menghamparkan dasar untuk armada self-driving car Uber.

Pemetaan Uber

Demi memetakan Singapura, Uber akan memasang kamera dan peralatan pemetaan pada kendaraan yang telah digunakan untuk berkendara pada platform berbagi tumpangan. Dengan demikian Uber tak perlu menambahkan mobil baru di jalan. Peta yang lebih baik akan membantu perusahaan meningkatkan pemahaman pola lalu lintas. Lokasi penjemputan dan pengantaran pun lebih akurat, dan tentu saja membantu memfasilitasi transisi yang akan datang untuk kendaraan tanpa sopir.

“Selama dekade terakhir, inovasi pemetaan telah menimbulkan masalah pada industri ini dan mengubah kehidupan sehari-hari dalam cara yang tak terbayangkan. Kemajuan tersebut hanya dapat dipercepat dalam tahun-tahun mendatang khususnya dengan teknologi seperti self-driving car.” Hal tersebut diungkapkan dalam tulisan blog oleh kepala produk, Manik Gupta.

Konsumen Uber dikenal sangat waspada dengan privasi mereka, seiring perusahaan mencari cara untuk meningkatkan usahanya demi data yang lebih akurat. Beberapa pengguna menolak permintaan Uber untuk memberi izin pengumpulan data lokasi ketika mereka tak menggunakan aplikasi. Perusahaan mengatakan bahwa pemetaan kendaraan mereka tak menyimpan perbandingan pada atau antara lokasi penjemputan dan pengantara akhir. “Tak ada rencana untuk membuat perbandingan atau data lain yang dikumpulkan tersebut untuk umum,” ucap Gupta.

Perekrutan Tenaga Berbakat

Uber sangat mengandalkan Google Maps, tetapi laporan dan pengumuman perekrutan baru-baru ini imenunjukkan bahwa perusahaan tertarik untuk membuat peta sendiri. Dengan demikian perusahaan tersebut dapat berdiri dengan sumber daya sendiri. Tahun lalu dilaporkan bahwa Uber berencana membelanjakan $500 juta untuk proyek pemetaan global yang ambisius. Dan perusahaan tersebut telah mencomot beberapa orang dengan bakat pemetaan yang paling hebat di Google. Beberapa orang tersebut termasuk engineer yang membantu menyempurnakan algoritma peringkat mesin pencarian. Tak ketinggalan, pesaing utama Uber, Lyft juga baru mempekerjakan orang yang mempelopori Street View pada Google Maps.

Saat ini Uber memiliki mobil pemetaan di jalanan di Amerika, Meksiko, Kanada, Inggris, Afrika Selatan, Australia dan Singapura sebagai kota pertama di Asia Tenggara.

(Visited 153 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.