Trump Gunakan Senter Ponsel untuk Baca Laporan Uji Rudal Korea Utara

Selama akhir pekan, Korea Utara meluncurkan rudal balistik jarak menengah dalam uji yang tak diumumkan. Ini suatu ancaman tersirat bagi sebagian Asia Timur. Krisis tersebut menempatkan sektor keamanan nasional pada siaga tinggi yang mengarah pada darurat bagi presiden dan pejabat tinggi.

Saat itu Donald Trump sedang berada di Mar-a-Lago, menyantap makan malam dengan Perdana Menteri Jepang, Abe. CNN melaporkan bahwa Trump bukannya menyingkir ke ruang yang aman, tetap membaca laporan analisa tersebut di tengah teras umum resort. Parahnya lagi, dia menyorot dokumen tersebut dengan lampu pada ponselnya, karena tampaknya tak ada yang memiliki lampu untuk membantu pencahayaan.

Trump Abaikan Prosedur Keamanan Presiden

Tentu saja hal tersebut sangat berisiko. Sebelumnya Netters tentu telah membaca bahwa Trump memiliki kebiasaan dengan Android yang membuatnya rentan diretas. Dan tindakannya saat ini merupakan contoh yang sempurna. Urusannya terkait dengan serangan mikrofon yang bisa digunakan peretas menyusup untuk merekam percakapan rahasia. Selain itu, gampang juga untuk menyusupi kamera yang memungkinkan penyerang melihat apa pun yang berada di depan ponsel. Biasanya hal tersebut tak berguna karena sasaran umumnya tak memegang ponsel dan mengarahkannya ke dokumen intelijen, tetapi ternyata hal tersebut dilakukan Trump.

Tak jelas apa yang ada dalam dokumen yang sedang dilihat Trump. Namun cukup beralasan untuk berasumsi bahwa dokumen tersebut meringkas segala hal yang terkait dengan program nuklir Korea Utara. Hal ini seperti jumlah sumber-sumber yang sensitif.

Sementara negara berjuang dengan berbagai cara, Korea Utara cukup bagus dalam serangan cyber. Minggu ini saja kelompok Korea Utara telah terkait dengan serangkaian serangan terhadap bank internasinal. Tentu saja pertahanan bank tersebut jauh lebih kuat ketimbang smartphone Android komersil. Informasi tersebut tentunya menarik bagi Cina yang telah lama mendukung rezim Korea Utara. Dan sangat bertalian erat dengan segala konflik di wilayah tersebut.

Laporan intelijen keamanan presidensial seharusnya tak menjadi masalah partisen. Agen intelijen telah mengamankan laporan-laporan tersebut dalam waktu yang lama. Sehingga tak menjadi masalah besar selama presiden memahami apa yang ditanggung. Laporan akhir pekan tersebut merupakan contoh paling mengerikan. Tetapi memang ada begitu banyak pelanggaran keamanan lain dalam tiga minggu pertama presiden menjabat.

(Visited 129 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.