Lagi-Lagi Google Hadapi Denda EU Mengenai Pelanggaran Android

Netters, bulan lalu Google telah tertohok dengan denda €2,4 miliar atau sekitar Rp 36,7 tiriliun yang dikenakan Komisi Eropa. Namun tampaknya ini bukanlah akhir dari masalah hukum yang dihadapi perusahaan. Menurut Reuters, perusahaan kemungkinan akan menghadapi denda lebih besar karena memaksa layanan sistem operasi dan layanannya ke para produsen smartphone.

Google Tersandung Denda Akibat Pelanggaran

Berdasarkan laporan tersebut, pesaing dan para pabrikan mengajukan keluhan bahwa Google menyalahgunakan dominasi pasar mereka. Perusahaan dituduh membatasi akses ke Google Play Store jika perusahaan smartphone tidak menyertakan perangkat dengan aplikasi Chrome dan Google search.

Google juga menghalangi pabrikan dari membuat perangkat dengan Android buatan sendiri. Bahkan jika sistem operasi tersebut open source. Hal ini diungkapkan pada keluhan yang diajukan tersebut.

Denda ini kemungkinan akan menjadi rekor denda hukum anti monopoli paling tinggi, yaitu$2,7 miliar atau sekitar Rp 36,7 triliun. Google kemungkinan juga akan perlu menguraikan layanan Android dan Google.

Saat ini suatu juri dibentuk untuk menyelidiki masalah tersebut. Seharusnya juri tersebut akan mencapai keputusan pada akhir tahun ini.

Waduh, tampaknya Google memang semakin menancapkan kukunya pada semua smartphone Android dengan membenamkan berbagai layanan mereka. Tentu saja jika semua pengguna menggunakan Chrome dan Google search maka profiling pengguna pun akan semakin mudah dilakukan. Dengan demikian akan memudahkan bagi Google untuk menawarkan layanan iklan yang tepat sasaran.

(Visited 45 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

Comment (1)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.