MENKOMINFO : Stop Negatif SosMed, Semua Elemen Harus Terlibat

Nette’s, Indonesia Technology Forum (ITF) kembali menyelenggarakan seminar nasional. Untuk sesi kali ini, tema yang dibahas adalah Menagih Langkah Nyata Industri Telekomunikasi dan OTT Menghadapi Dampak Negatif Media Sosial. Narasumber yang hadir adalah Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) KH Masduki Baidlowi, Komisioner BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) Agung Harsoyo, Group Head Corporate Communication Indosat Ooreoodo Tbk Deva Rachman , dan Public Policy Lead Twitter Indonesia, Agung Yudha.

Kiri-kanan : Firman, Moderator, Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) KH Masduki Baidlowi, Group Head Corporate Communication Indosat Ooreoodo Tbk Deva Rachman, Agung Yudha, Public Policy Lead Twitter Indonesia, Komisioner BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) Agung Harsoyo.

Seperti diketahui, maraknya berita bohong (hoax) maupun perundungan (bullying) di era media sosial telah menjurus pada perpecahan dan integritas berbangsa dan bernegara. Padahal bila kita melihat produk hukum yang telah ditetapkan yaitu UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) No. 19 tahun 2016 sebagai perbaikan dari UU No.18 tahun 2008, dengan jelas mengatur bagaimana cara menggunakan media sosial dengan benar. “Regulasi jelas mengatur  bahwa konten media sosial bertentangan dengan kaidah bernegara dan tidak sesuai dengan budaya bangsa,” kata Chief RA, panggilan akrab Rudiantara dalam seminar yang digelar Indonesia Technology Forum (ITF).

Menkominfo, Rudiantara Dalam Salah satu Seminar yang Digelar Indonesia Technology Forum (ITF)

Menurutnya, sangat penting melakukan kerjasama antara semua elemen bangsa bergerak memerangi konten negatif di media sosial. “Pemerintah, masyarakat di semua segmen, hingga platform harus bergerak bersama,” kata Rudiantara dalam sambutannya. Pihak Kementerian Komunikasi dan Informasi menangani konten negatif ini dari hulu hingga hilir. “Hulunya adalah literasi informasi sesuai amanah UU ITE no.19 tahun 2016. Sedangkan di sisi hilir ada pendekatan hard approach seperti pemblokiran situs dan sebagainya,” ungkap Rudiantara dalam seminar yang digelar Indonesia Technology Forum (ITF).

Di sisi hulu, pihaknya tidak hanya membuat sistem Trust+ yang kini berisi 800 ribu black list tetapi juga membuat daftar internet positif yang kini mencapai 250 ribu. “Mudah-mudahan dalam 2-3 tahun ke depan daftar positif ini sudah melebihi black list,”ungkap Rudi. Daftar positif ini memuat konten yang selayaknya diakses oleh pengguna internet di Tanah Air.

(Visited 78 times, 1 visits today)

About The Author

Yusuf Mars Yusuf Mars, Editor In Chief. Aktif Sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Technology Forum (ITF)

You might be interested in

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.