Broadcom Siap Akuisisi Qualcomm Senilai USD 130 Miliar

Netters tentu mengenal Qualcomm sebagai produsen chipset Snapdragon. Padahal perusahaan tersebut juga salah satu penyedia modem terbesar. Raksasa teknologi tersebut kemungkinan akan mengalami kepemilikan baru dalam kesepakatan akuisisi senilai $130 miliar oleh Broadcom. Jika dirupiahkan, maka nilainya sekitar Rp 1.755 triliun.

Penawaran tersebut untuk harga $70 per lembar saham atau Rp 945 ribu. Saat itu harga saham tersebut 33% premium. Namun harga saham QCOM meningkat sejak itu. Ini akan menjadi akuisisi teknologi terbesar yang pernah terjadi. Dan sekejap akan menjadikan perusahaan baru tersebut menduduki nomor 3 secara global. Posisi tersebut setelah Intel dan Samsung.

Broadcom, Qualcomm dan NXP akan memiliki pendapatan tahunan $51 miliar atau senilai Rp 688,5 miliar. EBITDA perusahaan sekitar $23 miliar atau setara Rp 310,5 triliun. Hal ini dengan memperkirakan akuisisi Qualcomm atas NXP berjalan. Pemegang saham NXP masih menentang dengan mengatakan bahwa penawaran $110 per lembar saham atau Rp 1,49 juta masih terlalu rendah. Eropa pun mengatur kesepakatan tersebut.

Rencana Broadcom Akuisisi Qualcomm

Broadcom menyatakan bahwa perusahaan tersebut menginginkan Qualcomm dengan atau tanpa NXP. Sehingga akuisisi tersebut bukan hal yang penting bagi transaksi pengakuisisian Qualcomm. Namun demikian investor Qualcomm tak terlalu puas dengan penawaran tersebut. Para investor juga mengatakan bahwa penawaran tersebut di bawah nilai perusahaan.

Produsen Snapdragon tersebut memang sedang melemah posisinya karena sedang mengalami masa-masa sulit. Perusahaan tersebut mengadapi tuntutan senilai $1 miliar atau setara Rp 13,5 triliun dari Apple atas royalti yang tak adil. Apple juga kabarnya mencari pengganti modem Qualcomm yang digunakan. Beberapa smartphone dan tablet saat ini memang sudah menggunakan modem Intel.

Broadcom sendiri juga bisnisnya bergerak di bidang modem smatphone sampai menarik diri pada tahun 2014. Perusahaan tersebut diakuisisi oleh Avago Technologies yang bermarkas di Singapura. Nilai akuisisi tersebut afalah $37 miliar atau setara Rp 499,5 triliun. Sejak saat itu Avago mengadopsi nama Broadcom.

Broadcom atau Avago sendiri tak ingin mengembalikan kantor pusatnya ke Amerika Serikat.

(Visited 84 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.