Duta Besar India Untuk Asean : India Surplus Startup, Salah satunya Platform Gojek

Netter’s, Perusahaan rintisan atau startup kini menjadi salah satu ikon bagi perkembangan sebuah negara di era digital. “Kami memiliki 8 ribu startup dan menjadi yang terbesar kedua di dunia,” kata Reddy. Pengembangan software dan aplikasi menjadi salah satu tumpuan India karena berlimpahnya sumber daya ICT di negara tersebut. “Kami punya infrastruktur, SDM, keuangan dan dukungan dari pemerintah,” tambah Suresh K Reddy. Kerumitan atau masalah di level lokal menjadi salah satu alasan tumbuhnya perusahaan perintis. “Seperti solusi yang digunakan di layanan transportasi online di Indonesia menggunakan solusi dari software yang dibangun oleh startup India,salah satunya Gojek” tambahnya.

Dukungan partnership dengan ASEAN juga ditunjukkan pemerintah India dengan keseriusan tinggi. “Pada Januari mendatang kami mengundang masing-masing 20 entreprenuer digital dari masing-masing negara ASEAN ke India. Mereka dapat bertemu startup India, berbagi pengalaman dan juga tersedia dana investasi untuk membiayai startup-startup tersebut,” tambah Reddy.

Dalam pandangan Sanjay Nayak, Co Chairman TEPC sekaligus CEO Tejas Network, salah satu keunggulan India adalah mereka memiliki bisa bersaing dari sisi harga dan juga tetap menjaga inovasi sebagai unggulannya. “Meski kami belum tembus ke startup Unicorn tapi perkembangannya sangat baik. Dari awal kami memang menggunakan talenta lebih dari 100 insinyur yang bekerja di perusahaan teknologi di Amerika Serikat balik ke India,” kata Nayak. “Kami dapat memberikan solusi dengan harga kompetitif dan tetap update dengan perkembangan teknologi,” tambahnya.

Sanjay Nayak, Co-Chairman TEPC dan CEO Tajas Network

Tidak hanya melulu soal infrastruktur broadband karena India juga menyediakan beragam solusi berbasis ICT dan dapat dijadikan kiblat bagi negara ASEAN termasuk Indonesia dalam membangun masyarakat digital. “Acara ini adalah sarana mengenalkan kemampuan kami di berbagai bidang ICT dan siap menjalin kerjasama termasuk dengan pemerintah maupun perusahaan di Indonesia, “ tambah Shyamal Ghosh.

Seperti diketahui pada  KTT ASEAN-India ke-13  bulan November 2015, Perdana Menteri Narendra Modi telah melakukan Line of Credit sebesar 1 miliar dolar AS untuk mempromosikan proyek-proyek yang mendukung konektivitas fisik dan digital antara India dan ASEAN. India telah membuktikan kemampuannya di sektor TIK (teknologi informasi dan komunikasi). Negara ini juga diakui sebagai tujuan pilihan untuk produk dan layanan telekomunikasi dengan transfer teknologi produk telekomunikasi yang dirancang melalui litbang untuk kebutuhan negara berkembang.

Dengan permintaan domestik yang besar untuk peralatan telekomunikasi di India, perusahaan melalui inovasi dan R&D menciptakan produk kelas dunia untuk India dan juga pasar negara berkembang lainnya. Sejalan dengan itu, Indonesia akan menjadi pasar strategis dan potensial bagi India. Karena negara ini dengan cepat mengembangkan basis internet dan konektivitas broadband, pasar mobilitas jalur cepat serta proyek e-Government dan citizen-centrice. Sehingga memiliki permintaan yang bagus untuk proyek telekomunikasi.

Terlebih dengan fakta bahwa Indonesia selama ini telah menjadi mitra dagang terbesar kedua India di kawasan ASEAN. Perdagangan bilateral India-Indonesia mencapai US$ 24,10 miliar pada 2015-2016.

Dari kiri : Amit Yadav, joint secretary departemen of Telecom government of India, Rakesh Kumar Bhatnagar, director general TEPC, Suresh K Reddy,Ambassador of India to ASEAN, Shyamal Ghosh, Chairman TEPC, dan Thiengtham Keopasith, DDG of Institute of Information and Communication Technology Ministry of Post and Telecommunication Laos

India – ASEAN ICT Expo 2017 diharapkan menjadi platform untuk konvergensi teknologi dan pertukaran bisnis antara kedua kawasan. Fokus dari event ini adalah IT dan telekomunikasi – dua sektor yang merupakan tulang punggung bagi pertumbuhan suatu wilayah / negara manapun, termasuk Indonesia yang telah menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di Asia dalam adopsi dan komunikasi TIK teknologi.

Baik negara-negara di ASEAN dan India dapat berbagi pengalaman mereka mengenai cara merangkul teknologi digital, kompetensi digital, keaksaraan digital untuk menemukan kembali kehidupan dan perubahan yang mencakup semua aspek masyarakat manusia di negara-negara masing-masing.

Topik lain yang akan menjadi bagian dari Konferensi juga akan difinalisasi berdasarkan pada proyeksi kebutuhan pemangku kepentingan dan negara-negara yang berpartisipasi. Pembahasan berkisar dari pelatihan, regulasi di sektor telekomunikasi, konvergensi TI dan telekomunikasi, e-Health, e-Governance, e-education, e-finance, infrastruktur, teknologi baru, standardisasi, pelelangan spektrum & optimasi, perizinan, kebutuhan yang berkembang konsumen, dan penyedia layanan.

Konferensi dan pameran tersebut akan mempertemukan lebih dari 100 perusahaan dari India dan kawasan ASEAN dan menarik lebih dari 2000 pengunjung pameran. Acara ini akan menghadirkan pemangku kepentingan IT & Telecom dari India ke Network, Meet and Plan untuk pemenuhan impian ekonomi bekerjasama dengan industri ICT ASEAN.

Informasi lebih lanjut mengenai acara ini, silakan kunjungi laman https://indiaasean-ictexpo.telecomepc.in/about-the-exhibition/.

 

 

(Visited 20 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

Leave a Reply