BLOCKCHAIN INDO 2018 Segera Digelar di Jakarta

Jakarta, 30/4/2018, Neton.id.-Konferensi & pameran internasional tentang Blockchain, Fintech, Bisnis Digital, dan Aset Digital yang akan diadakan pada tanggal 11 & 12 Mei 2017 di Kempinski Grand Ballroom, Thamrin, Jakarta ini mendapatkan momentum dengan banyak pembicara terkemuka dari berbagai spesialisasi dari seluruh dunia yang telah mengonfirmasikan kehadirannya, diantaranya adalah Gebhard Scherrer (co-founder DATUM), Ville Oehman (praktisi dana investasi yang terdaftar di Otoritas Moneter Singapura), Matthew J. Martin (CEO Blossom Finance), Robert Ryu (Korean Venture crypto-fund ) dan Dr Zaharuddin AR (ICO berbasis syariah asal Malaysia). Selain itu akan hadir pula peseerta-peserta dan eksibitor dari berbagai negara.

Nikolay Volosyankov, CEO Cryptoevent yang merupakan penyelanggara BLOCKCHAIN INDO 2018 mengatakan, “kami menerima banyak minat dari para peserta dari perusahaan teknologi yang kebanyakan adalah perusahaan Blockchain, Fintech dan Digital Asset dari seluruh dunia termasuk Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam konferensi yang pernah kami selenggarakan, kami memiliki pembicara dan peserta pameran yang terkait dengan Keuangan Islami.”

Cryptoevent sebelumnya telah menyelenggarakan konferensi serupa di St. Petersburg, Moskow (Rusia), Minsk (Belarus) dan Almaty (Kazakhstan) di mana ribuan peserta telah berpartisipasi untuk mengejar isu-isu terbaru dan teknologi baru di Blockchain, Digital Asset dan Fintech.

Arah jarum jam, Abdul Rahman (MD of a Singapore-based legal firm), Dr Zaharuddin A. Rahman (CEO Bayanat Fintech), Abas A Jalil (CEO Amanah Capital Group Ltd) and Matthew J. Martin (CEO Blossom Finance)

Selain bekerjasama dengan berbagai mitra internasional, dalam konferensi ini CryptoEvent juga bermitra dengan perusahaan lokal yaitu dengan Global Citra Media sebagai penyelenggara acara lokal dan Halojasa.com sebagai mitra pemasaran lokal dan juga Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia (ADEI) yang memungkinakan para pemain global dalam teknologi Blockchain untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang dari Asia Tenggara terutama Indonesia.

Bari Arijono, pendiri dan CEO Digital Enterprise Indonesia (DEI) mengatakan bahwa revolusi digital di Indonesia baru pada tahap awal, banyak sektor industri yang mulai meluncurkan program transformasi digital, belum lagi industri keuangan yang sedang menjajaki kolaborasi dengan FinTech.

Abas A Jalil (CEO Amanah Capital Group Ltd)

“Kehadiran Blockchain masih pada tahap awal di Indonesia yang memiliki potensi ekonomi digital diperkirakan bernilai 130 miliar USD pada tahun 2020. Akankah Blockchain dapat mengubah gaya hidup orang Indonesia? Jika Anda melihat apa yang telah diterapkan di negara lain, jawabannya sangat terlihat,” ucap Bari Arijono.

Indonesia adalah negara terpadat ketiga di Asia dengan penetrasi internet yang tinggi dan telepon pintar di antara warganya.

“Pemerintah Indonesia harus siap untuk membuat peraturan baru mengenai perkembangan teknologi digital ini, seperti bagaimana mata uang digital di masa depan dapat merespon tantangan ekonomi yang semakin berat” tambah Arijono.

Dr Zaharuddin A. Rahman (CEO Bayanat Fintech)

Selain pemain biasa dalam mata uang digital, acara internasional ini akan mempertemukan para pemain dalam Bisnis Digital, Startup TI, Pengembang Aplikasi Internet, Marketeers Digital, dan perusahaan Fintech-base untuk mengumpulkan dan memperluas jaringan mereka. Ini akan menjadi tempat internasional & forum untuk diskusi tentang berbagai topik dan masalah mengenai Blockchain yang memiliki prospek besar dalam waktu dekat.

ICO dan perusahaan teknologi dari seluruh dunia termasuk yang terkait dengan Keuangan Islam seperti Bayanat Fintech dan Blossom Finance akan mempresentasikan proyek blockchain mereka, namun tidak akan ada perdagangan mata uang kripto selama acara tersebut untuk mematuhi peraturan lokal. Konferensi ini akan memungkinkan pihak yang berkepentingan dan pemangku kepentingan untuk mendapatkan lebih banyak pengetahuan dan informasi tentang pasar global aset digital serta mata uang kripto.

“Masalah regulasi dan ekonomi serta dampak terhadap lingkungan bisnis akan dibahas dalam forum. Konferensi ini akan memberikan masukan kepada berbagai perusahaan, pelaku industri dan peserta biasa tentang bagaimana teknologi blockchain akan merevolusi bisnis dan meningkatkan efisiensi dalam ekonomi. Kami juga mengharapkan banyak investor dan modal ventura untuk menghadiri konferensi ini untuk menjajaki peluang di pasar Indonesia yang sangat besar ini, ” ucap Denis Gutnik, Relationship Manager event Blockchain Indo 2018.

Abdul Rahman (MD of a Singapore-based legal firm),

bas A Jalil, CEO Amanah Capital Group Limited sekaligus pakar keuangan di pasar Asia Tenggara yang akan berbicara pada konferensi tersebut, mengatakan bahwa Asia Tenggara, terutama pasar Indonesia memiliki potensi besar untuk sektor Blockchain dan fintech, khususnya di Keuangan Islam dan Bisnis Digital. “Konferensi ini akan menjadi tempat pembukaan untuk kemajuan lebih lanjut dalam teknologi baru ini di Asia Tenggara terutama untuk Indonesia sendiri,” ucap Abas A Jalil.

Blockchain Indo 2018 akan berlangsung menjelang minggu terakhir sebelum bulan Ramadhan, tepatnya pada hari Jumat dan Sabtu (11 & 12 Mei 2018). Pameran konferensi tersebut diharapkan menjadi salah satu konferensi Blockchain dan Fintech terbesar di Indonesia tahun ini. Tiket ke konferensi dapat dibeli di situs web konferensi https: //cryptoeventindo.com/ atau melalui sistem pembayaran ADEI yang akan memberikan kemudahan bagi peserta Indonesia untuk membayar dalam Rupiah.

(Visited 44 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.