Apple Kehilangan Trademark ‘iPhone’ di China, Kok Bisa?

Seperti yang diketahui, hampir semua produk yang dihasilkan oleh perusahaan Apple berawalan huruf ‘i’. Hal tersebut seperti sudah menjadi ciri khas tersendiri untuk produk keluaran Apple tersebut. Tapi bagaimana jika ada perusahaan yang mempunyai trademark yang sama dengan produk yang dikeluarkan oleh Apple?

Hal inilah yang terjadi di China. Sebuah perusahaan produksi produk kulit di China menamakan semua produknya dengan nama yang sama dengan salah satu produk Apple, yakni “IPHONE”. Hal ini tentu menimbulkan masalah untuk Apple atau pun untuk perusahaan asal China itu sendiri. Sampai permasalah tersebut diseret ke meja hijau.

iphone_case_a1

Kabar terbaru yang berhembus menyebutkan, jika Apple saat ini telah kehilangan ekskusifitas pada penggunaan trademark iPhone di China. Hal ini karena, perusahaan teknologi raksasa itu harus rela berbagi “nama” dengan pembuat produk kulit Xintong Tiandi Technology yang bermarkas di Beijing.

Tepatnya pada 31 Maret yang lalu, pengadilan Beijing Municipal High People telah menolak putusan banding yang diajukan oleh Apple sebelumnya. Xintong Tiandi sendiri telah menjual sejumlah produk “IPHONE,” seperti dompet, case passport, dan khususnya untuk case ponsel. Perusahaan ini mendaftarkan trademark di China pada tahun 2007. Ini merupakan tahun yang sama ketika Apple meluncurkan iPHone di Amerika Serikat.

Baru setelah lima tahun Apple meluncurukan iPhone di Amerika Serikat, Apple baru mengajukan nama iPhone di China untuk perangkat komputer besutannya. Inilah yang menjadi dasar keluhan pada 2012 untuk otoritas trademark.

Setelah pendaftaran tersebut dilakukan, tepatnya pada tahun 2013, Apple tidak bisa membuktikan bahwa nama “IPHONE” itu telah dikenal sebelum Xintong Tiandi mendaftarkan trademark “IPHONE” untuk produk yang dihasilkannya.

Dalam penolakan banding yang diajukan oleh pihak Apple tersebut, Pengadilan Hight People mencatat, perusahaan Apple tidak bisa menjual iPhone di China sampai pada tahun 2009.

Sampai saat itu, Apple diketahui mempunyai hubungan yang cukup rumit dengan pemerintah China selama beberapa waktu. Pada tahun 2012 misalnya, Apple diperintahkan untuk membayar USD60 juta karena masalah trademark atas iPad. Demikian seperti yang dilansir dari laman Apple Insider, Rabu (04/05/2016).

(Visited 154 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.