Peneliti Tengah Kembangkan Layar Lentur yang Mampu Hasilkan Gambar Hologram

Para peneliti dari Queen University baru saja berhasil mengembangkan sebuah layar smartphone dengan teknologi terkini. Layar tersebut bernama HoloFlex yang telah diklaim menjadi layar lentur pertama di dunia yang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan gambar hologram. Ini merupakan penemuan yang cukup memuaskan untuk bisa dikembangkan lebih baik lagi ke depannya.

Dikutip dari lama Engadget, Senin (9/5/2016), para peneliti yang menciptakan layar dengan kemampuan luar biasa itu menggunakan susunan lensa berukuran kecil yang diletakkan pada layar fleksibel 1.920 x 1.080 OLED. Dengan hal itu akan  memungkainkan seseorang dapat melihat gambar 3D tanpa menggunakan kacamata tau pun proyektor khusus.

Namun, apabila ingin memunculkan gambar hologram, layar full-HD harus dipecahkan terlebih dahulu dan dibagi menjadi 15 ribu lingkaran yang mempunyai ukuran 12 pixel. Untuk itu, gambar yang bisa dikeluarkan hanya beresolusi 160 x 104.
Akan tetapi, sudah bisa dipastikan bahwa gambar hologram keluaran layar ini sudah bisa dilihat dari berbagai sisi. Selain itu, kualitas hasil gambar yang terbilang buruk juga masih bisa dikembangkan lagi seiring dengan meningkatkan perkembangan piksel yang lebih kecil dan juga lebih tepat.

Peneliti Tengah Kembangkan Layar Lentur yang Mampu Hasilkan Gambar Hologram

Sementera untuk kemampuan dari layar lenturnya, didapatkan dari layar ReFlex yang sudah terintegrasi. ReFlex sendiri adalah layar yang menggunakan sensor kelenturan dan haptic feedback yang digunakan sebagai sumbu ketiga untuk membuat gerakan touchscreen yang lebih leluasa.

Apabila pengguna menekuk layar, maka pengguna akan lebih leluasa dalam mengatur pergerakan objek yang berada di dalam layar tersebut. Terlebih lagi, layar yang digunakan sudah mendukung dalam menghasilkan gambar hologram yang membuat pengguna bisa berkomunikasi dengan cara terbilang baru.

Sebelumnya, peneliti juga sudah pernah menggunakan layar fleksibel tersebut untuk membaca buku atau pun bermain gim.

Berdasarkan hasil dari uji coba tersebut, keberadaan layar fleksibel ini akan lebih memudahkan pengguna dalam berinteraksi dengan smartphone tanpa harus menyentuh langsung.

Teknologi ini pun memungkinkan pengguna untuk merasakan sensasi berbeda dalam berkomunikasi dengan pengguna lain yang jauh di sana. Tentunya, jika teknologi ini diproduksi secara massal, bisa dipastikan dapat memudahkan kegiatan manusia.

(Visited 75 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.