Foxconn Perkuat Sumber Daya Dengan Robot

 

Foxconn tak henti-hentinya melakukan inovasi demi terus meningkatkan kualitas produksi. Sebagai upaya untuk meningkatkan teknologi otonom demi kelancaran produksi, Foxconn belum lama ini mengaplikasikan robot. Apakah dengan begitu, karyawan manusia tidak lagi dibutuhkan? Sebaliknya, peran manusia tak akan pernah tergantikan robot hingga kapanpun, terutama yang menyangkut kemampuan otak.

Karena pekerjaan yang mengandalkan robot adalah yang sifatnya monoton dan hanya mengandalkan fisik. Perusahaan menggunakan robot untuk mengurangi tugas yang sifatnya repetitive atau berulang-ulang yang sebelumnya dilakukan oleh karyawan manusia.

foxconn_internship

Sehingga dengan adanya bantuan robot ini, maka pekerja manusia bisa lebih fokus ke bagian manufaktur lain seperti riset dan pengembangan (R&D) dan kontrol kualitas. Dengan kata lain, Foxconn akan terus memanfaatkan tenaga robot otonom dan kekuatan manusia untuk bersinergi dalam operasi manufaktur sehingga baik kualitas maupun kuantitas produksi bisa meningkat secara signifikan.

Kesuksesan Foxconn tidak lepas dari sosok hebat,  Terry Gou. Pria yang memiliki nama asli Gou Tai-ming ini lahir pada 8 Oktober 1950.  Setelah lulus dari perguruan tinggi, ia menjadi buruh pabrik karet sampai berusia 24 tahun. Setelah memiliki modal, ia memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri.  Dengan total modal US$ 7.500 atau sekitar Rp 101 juta, ia mendirikan Hon Hai Precision Industry Company Ltd atau lebih dikenal dengan nama Foxconn. Kini Foxconn menjelma sebagai perusahaan raksasa dunia berkualitas tinggi  di bidang manufaktur.Foxconn berkantor pusat di Taiwan tersebut masuk dalam 32 perusahaan teratas pada Forbes 500, dengan revenue US$ 148 Billion dan jumlah karyawan mencapai sekitar 1,5 juta serta memiliki hak paten lebih dari 54 ribu di seluruh dunia.
foxconn-wants-sharp-for-53-billion

Belum lama ini juga Foxconn mengakuisisi 66 persen saham Sharp. Akuisisi tersebut  dinyatakan syah dan bebas dari masalah antitrust (monopoli). Hal ini dikatakan Kementerian Investasi Taiwan setelah melakukan evaluasi terhadap investasi inbound (investasi dari luar negeri) dan outbond (investasi dari dalam negeri) terhadap kedua perusahaan tersebut.

(Visited 137 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.