Tanam 40 BTS Diplosok, Telkomsel Majukan Masyarakat Desa

Kebutuhan setiap manusia untuk berkomunikasi pada era sekarang ini jelas menjadi kebutuhan yang primer.  Indonesia memang Negara yang memiliki banyak pulau, terbentang luas dari Sabang hingga Marauke dan memiliki garis pantai terpanjang yang mencapai 1,9 juta kilometer. Indonesia memang Negara yang kaya dengan sumber daya alam, namun sayangnya jangkauan untuk jalur telekomunikasi masihlah terbilang minim untuk dikawasan pedalaman.

Dengan minimnya jangkauan jalur Telekomunikasi jelas membuat daerah itu terisolasi, susah untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Inilah hambatan yang paling dirasakan oleh sebagian masyarakat, mereka harus jalan berkilometer untuk bisa mendapatkan jaringan sinyal ponsel untuk berkomunikasi atau harus naik ketempat yang lebih tinggi agar mendapatkan lintas BTS.

Memang tak bisa dipungkiri untuk membangun satu BTS setiap operator pasti mengeluarkan kocek yang tidak sedikit, dan jika dilihat dari segi ekonomisnya mungkin daerah itu tidak memiliki nilai potensial untuk waktu dekat. Itulah yang membuat para operator Telekomunikasi enggan untuk membangun BTS di tempat yang terpencil.

Salah Satu BTS Proyek Merah Putih

Membaca keluhan masyarakat yang tempat tinggalnya terpencil itu, Telkomsel selaku operator telkomunikasi milik Indonesia tengah mempersiapkan proyek 40 BTS (base transceiver station ) ditempat terpencil. “ Kami menyadari bahwa kebutuhan layanan komunikasi merupakan kebutuhan yang sangat primer, bagi segala lapisan masyarakat. Namun yang menjadi kendala adalah lokasi, maka pada kesempatan kali inilah Telkomsel siap membangun 40 BTS baru yang berada di tempat terpencil ujar” Ririek Andriansyah Direktur Utama Telkomsel.

Telkomsel sendiri seperti yang diketahui bersama memiliki Proyek Menembus Daerah Pedesaan, Industri Terpencil, Serta Bahari dengan nama Proyek Merah Putih. Proyek Merah Putih ini telah berlangsung mulai dari tahun 2008 lalu hingga sekarang, dan sudah ada 400 BTS yang sudah dipakai melalui proyek ini.

Proyek ini memang dititik beratkan pada lokasi yang terpencil seperti pulau terluar di Indonesia, atau daerah perbukitan. Proyek yang dicanakan pada 8 tahun yang lalu ini merupakan pondasi bagi wilayah Indonesia yang sulit terjangkau, dengan maksud wilayahnya nanti akan bisa maju dan berkembang dengan pondasi awal dari jaringan Telekomunikasi.

40 BTS Merah Putih yang akan digelar Telkomsel pada tahun ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, terutama Indonesia bagian timur. 4 BTS berlokasi di Sumatera, 5 BTS di Nusa Tenggara Barat (NTB), 12 BTS di Nusa Tenggara Timur (NTT), 3 BTS di Sulawesi, 6 BTS di Maluku, dan 10 BTS di Papua. 40 BTS baru ini diharapkan mampu melayani kebutuhan komunikasi sekitar 100.000 warga masyarakat di kawasan tersebut yang sebelumnya kesulitan mendapatkan layanan telekomunikasi.

 

Trafik komunikasi Meningkat, Telkomsel Siap Kawal Ramadhan dan Lebaran

Teknologi yang diimplementasikan Telkomsel dalam proyek Merah Putih adalah teknologi seluler dengan rekayasa hasil karya anak bangsa dalam memanfaatkan teknologi antena Very Small Aperture Terminal-Internet Protocol (VSAT-IP) berbasis satelit ditambah dengan teknologi power supply yang menggunakan solar panel system.

Teknologi berkonsep remote solution system pertama di Indonesia bahkan di dunia ini menjadi solusi layanan komunikasi dan informasi yang cocok untuk diterapkan di daerah terpencil dengan infrastruktur yang sangat terbatas dan kondisi geografis yang sangat ekstrim sekalipun, seperti pedesaan dan wilayah terluar Indonesia, termasuk wilayah laut. Dengan diimplementasikannya teknologi ini, pelanggan dapat menikmati layanan suara, SMS, dan data dengan kualitas yang memadai. (AAP)

(Visited 267 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.