FTC Gugat Qualcomm Karena Melanggar Hukum Anti-Persaingan

Berdasarkan gugatan yang diajukan FTC, Qualcomm menggunakan taktik anti-persaingan untuk memaksakan kondisi yang tak adil pada konsumennya dan memperlemah pesaing. FTC atau  Federal Trade Commission merupakan Komisi Perdagangan Pemerintah Amerika Serikat.

Perusahaan asal San Diego tersebut memproduksi prosesor yang dapat ditemukan dalam banyak smartphone dan perangkat mobile lainnya. Prosesor ini terdapat dari smartphone andalan seperti Samsung Galaxy S7 hingga ke model yang lebih rendah. Selain itu, berbagai model iPhone pun menggunakan prosesor tersebut. Dan kesepakatannya dengan Apple menarik pengawasan khusus dari FTC. Komisi tersebut mengklaim bahwa Qualcomm meminta eksklusifitas dari Apple dengan imbalan pengurangan royalti paten.

Kesepakatan dengan Apple

Menurut keluhan FTC, kesepakatan dengan Apple berlaku dari tahun 2011 hingga tahun lalu. Kesepakatan tersebut mencegah produsen iPhone membeli chip dari pesaing Qualcomm. Seperti perusahaan smartphone lain, Apple menginginkan pilihan untuk menggunakan prosesor lain. Tetapi Qualcomm memaksakan pembayaran royalti atas teknologi mereka. Sehingga membeli produk pesaing Qualcomm menjadi kurang menarik.

“Ketika Apple meminta kelonggaran dari pembebanan royalti yang berlebih, Qualcomm memberikan sedikit kelegaan terkondisi pada penggunaan eksklusif prosesor baseband Qualcomm.” Hal tersebut tercantum pada keluhan. FTC mengklaim bahwa tindakan Qualcomm melanggar hukum persaingan Amerika Serikat. Dan FTC juga meminta sidang untuk mencegahnya membuat kesepakatan anti persaingan lebih lanjut.

Apple tak segera merespon permintaan untuk dikomentari. Apple tidak segera merespon permintaan dari komentar.

Tanggapan Qualcomm

Pada suatu pernyataan, Qualcomm mengatakan bahwa gugatan FTC tersebut cacat. Dan permintaan agensi tersebut akan  mendukung penjualan produk yang bersaing dengan pengeluaran Qualcomm. Qualcomm juga mengetahui bahwa komisaris FTC, Maureen Ohlhausen berbeda pendapat dari keputusan mayoritas untuk mengajukan gugatan.

“Saya telah dihadirkan dengan bukti ekonomi yang tak kuat dari dampak ekslusi dan anti-persaingan,” tulis Ohlhausen dalam suatu pernyataan. “Apa yang telah dipresentasikan adalah teori kemungkinan yang sederhana.”

Qualcom mengatakan bahwa mereka “tak pernah tak memberi atau mengancam untuk menahan pasokan chip demi memperoleh kesepakatan persyaratan yang tak adil atau tak beralasan”. “Tuduhan FTC sebaliknya, tesis pusat dari keluhan tersebut salah.”

Gugatan Anti-Persaingan

Walaupun ini merupakan gugatan anti-persaingan pertama yang dihadapi Qualcomm di Amerika, perusahaan ini sudah menjadi sasaran dari beberapa gugatan dari regulator antitrust Korea. Gugatan terbaru telah diajukan bulan lalu ketika agen antitrust Korea Selatan mengajukan denda $854 juta terhadap Qualcomm karena melakukan negosiasi kesepakatan lisensi yang tidak adil.

(Visited 78 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.